Tutorial, Pendidikan, Media Pembelajaran, Ilmu Pengetahuan.

Thursday, November 30, 2017

Jenis-Jenis Alat Ukur Listrik-2 (pengantar mapel Dasar Pengukuran Listrik (DPL)

Materi ini adalah kelanjutan dari materi sebelumnya yang dapat anda baca disini

5. Watt Meter

Watt Meter adalah alat untuk mengukur daya listrik secara langsung. Baik listrik DC maupun listrik AC. Jenisnya ada yang analog dan digital.









Cara pemasangan wattmeter dalam mengukur daya secara prinsip dipasang seri dan paralel. Untuk kumparan  arus dipasang seri, sedangkan kumparan  teganan dipasang paralel. Karena prinsip wattmeter pada dasarnya adalah penggabungan kerja ampermeter dan voltmeter.




Untuk pengukuran daya listrik baik DC maupun AC, harap diperhatikan antara penyambungan kumparan arus dan kumparan tegangan, dalam penyambungan tidak boleh terbalik.



6. Frekuensi meter 

Frekuensi meter adalah alat yang digunakan untuk mengetahui besarnya frekwensi atau gelombang sinusoidal arus AC (bolak balik)  yang merupakan jumlah siklus gelombang sinusoidal tersebut perdetiknya (cycle / second ).
Penunjukkan  dari alat ukur Frekuensi meter yaitu dengan lidah getar, jarum penunjuk dan digital.
Frekwensimeter dalam pengukuran dipasang paralel dengan sumber tegangan atau beban yang akan diukur frekwensinya.




7. Cos phi meter 

Cos phi meter adalah sebuah alat untuk mengukur faktor daya / faktor kerja suatu rangkaian listrik AC. Dalam papan skala  ditunjukkan nilai faktor daya rangkaian dan sifatnya Leading (mendahului) yang berarti sifat rangkaian kapasitif. Jika penunjukkan pada posisi lagging (ketinggalan) berarti sifat rangkaian induktif.
Cara pemasangan Cos phi  meter  dalam mengukur faktor daya seperti pemasangan wattmeter. Jadi dipasang seri untuk kumparan arus dan dipasang paralel untuk kumparan tegangan.






8. KWH Meter ( Kilowatt Hours) 

KWH Meter adalah alat penghitung pemakaian energi listrik AC. Ada juga yang menyebut sebagai Energy Meter. Alat ini digunakan PLN untuk menghitung daya yang dipakai konsumen dalam waktu tertentu.
Kwh meter ada yang analog dan ada yang digital. Sedangkan pembayaran ke PLN ada yang pascabayar dan prabayar.

Cara pemasangan Kwhmeter  dalam mengukur energi seperti halnya pada pemasangan wattmeter. Jadi dipasang seri untuk kumparan arus dan dipasang paralel untuk kumparan tegangan.



Kwh meter 1 fasa

Kwh meter 3 fasa


Kwh meter Piringan








KWH meter pra bayar/pulsa



9. Insulation tester / Megaohmeter / Megger

Insulation tester  adalah alat yang digunakan untuk mengukur tahanan isolasi pada suatu instalasi listrik atau alat-alat tenaga listrik misalnya: Motor listrik, kabel,trafo,panel, Jaringan SUTM (Saluran Udara Tegangan Menengah dll, sehingga diketahui apakah instalasi itu memenuhi syarat atau belum.
Kegagalan isolasi dapat menyebabkan short circuit (hubung singkat) maupun ground fault.




Tegangan alat ukur ini umumnya tegangan Tinggi arus searah yang besarnya berkisar  500 s/d 10.000 Volt

Pada pengukuran tahanan isolasi instalasi listrik 1 fasa, maka yang diukur tahanan isolasinya adalah :
(1) antara kawat fasa (P) dengan kawat netral (N),
(2) antara kawat fasa (P) dengan tanah (G),
(3) antara kawat netral (N) dengan tanah (G).

Harga tahanan isolasi antara dua saluran kawat pada peralatan listrik ditetapkan paling sedikit adalah 1000 x harga tegangan kerjanya. Misal tegangan yang digunakan adalah 220 V, maka besarnya tahanan isolasi minimal sebesar : 1000 x 220 = 220.000 Ohm atau 220 Kilo ohm. Apabila hasil pengukuran nilai lebih rendah dari syarat minimum yang sudah ditentukan, maka saluran/kawat tersebut kurang baik dan tidak dibenarkan kalau digunakan.


10. Earth Tester / Ground Resistance Tester
Earth Tester  adalah alat yang digunakan untuk mengukur besarnya tahanan pentanahan / grounding  dalam suatu instalasi listrik.
Definisi pentanahan (Grounding), berdasarkan IEEE dictionary (standard 100), adalah melakukan koneksi, baik disengaja atau tidak disengaja, sirkuit listrik atau peralatan ke bumi, atau ke bodi konduksi yang ditempatkan di bumi.


Tujuan pentanahan adalah untuk memberikan perlindungan terhadap bahaya listrik bagi pemanfaat listrik dan lingkungan, memproteksi peralatan, terutama dari bahaya kejut listrik dan tegangan sentuh.

Standar besarnya tahanan pentanahan  yang baik adalah ±5 Ohm.



Share:

0 comments:

www.rokhmad.com

Blog edukasi Tutorial, Pendidikan, Media Pembelajaran, Ilmu Pengetahuan.

Blog Archive

e-learning

e-learning
Belajar mudah, dimana saja

Tryout UNBK

my Edmodo

Buku Digital

Buku Tamu

Komentar Terkini

Live Traffic

Donasi

Donasi
Donasi

Total Pengunjung