Tuesday, August 19, 2014

Dasar Pemrograman Bahasa C untuk Mikrokontroller AVR (Pengantar Praktek SKM)

Bahasa C luas digunakan untuk pemrograman berbagai jenis perangkat, termasuk mikrokontroler.
Bahasa ini sudah merupakan high level language, dimana memudahkan programmer menuliskan programnya.

1. Struktur Penulisan Program


#include ( mega16.h )   //mendefinisikan atmega16 tanda kurung ganti dengan tanda lebih kecil dan besar
#include < delay.h >  // defnisi tunda waktu
#define start PINB.1  // variable pengganti
#define stop PINB.2 // variable pengganti

//Variabel Global
Unsigned char ;

void main(void){  // Program Utama
DDRB=0x00; //Inisialisasi PORT INPUT
DDRD=0xFF; //Inisialisasi PORT OUTPUT
While(1)
{
...... //isi program
.... };   }


2. Type Data

char : 1 byte ( -128 s/d 127 )
unsigned char : 1 byte ( 0 s/d 255 )
int : 2 byte ( -32768 s/d 32767 )
unsigned int : 2 byte ( 0 s/d 65535 )
Long : 4 byte ( -2147483648 s/d 2147483647 )
unsigned long : 4 byte ( 0 s/d 4294967295 )
float : bilangan desimal
array : kumpulan data-data yang sama tipenya.

3. Deklarasi Variabel dan Konstanta

Variabel adalah memori penyimpanan data yang nilainya dapat diubah-ubah.
Penulisan : [tipe data] [nama] = [nilai] ;

Konstanta adalah memori penyimpanan data yang nilainya tidak dapat diubah.
Penulisan : const [nama] = [nilai] ;

Tambahan:
Global variabel/konstanta yang dapat diakses di seluruh bagian program.
Local variabel/konstanta yang hanya dapat diakses oleh fungsi tempat dideklarasikannya.

4. Statment

Statement adalah setiap operasi dalam pemrograman, harus diakhiri dengan    ;  atau    }

Statement tidak akan dieksekusi bila diawali dengan tanda  //
untuk satu baris.
Lebih dari 1 baris gunakan pasangan  /* dan  */

Statement yang tidak dieksekusi disebut juga comments atau komentar.

5. Operator Logika















Print Friendly and PDF

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Lady Gaga, Salman Khan