Tutorial, Pendidikan, Media Pembelajaran, Ilmu Pengetahuan.

  • How to controller Car With TV remote

    Membuat Mobil Remote Control dengan Remote TV dengan mikrokontroller atmega 328 dan H bridge L293D

  • DIY CNC Machine with DVD room

    Kalau anda dirumah punya rongsokan DVD bekas, anda dapat membuat mini mesin CNC dengan mekanik DVD bekas tersebut.

  • How to controller Car With TV remote

    Membuat Mobil Remote Control dengan Remote TV dengan mikrokontroller atmega 328 dan H bridge L293D

  • DIY PCB Remote Control 4 Channel

    Gambar PCB Remote control 4 channel dengan relay 5 v/5pin,Kontrol peralatan elektronik dengan remote control sangat membantu kita dalam melakukan aktifitas, kita tinggal menekan remote untuk menyalakan dan mematikan alat listrik. Disini saya menggunakan software Arduino IDE, dimana Board Arduino saya adalah Board Arduino UNO R3

Wednesday, July 11, 2018

Artikel saya yang di muat di Koran : Guru ditengah pusara google dan youtube


Artikel saya yang dimuat di Jateng Pos, 19 Mei 2018


Perkembangan teknologi saat ini, terutama teknologi informasi dan komunikasi, pertumbuhanya semakin pesat. Sangat jauh berbeda dengan zaman penulis yang lahir tahun 1980 an, dimana kala itu, sarana komunikasi sangat jarang ditemukan, Jangankah warnet dan internet, bahkan wartel sebagai satu-satunya sarana telekomunikasi, sangat jarang ditemui, bahkan di tingkat Kecamatan sekalipun.
Namun kini, berkat kemajuan teknologi,  baik Informasi maupun Komunikasi, hampir semua orang terhubung dengan Internet. Menurut hasil survey yang dilakukan oleh Asosiasi  Penyelenggara Internet Indoneisa (APJII) Jumlah Pengguna Internet Tahun 2017 mencapai 262 juta orang. Berkembangnya pengguna Internet di Indonesia ini sangat mempengaruhi cara belajar siswa di sekolah, dibandingkan dengan siswa jaman dahulu, inilah tantangan kita sebagi guru di zaman melek internet sekarang ini.
Sebelum perkembangan internet seperti sekarang ini, seorang guru dalam menyampaikan materi, hampir dipastikan menjadi satu-satunya sumber belajar bagi siswa disamping buku-buku yang tersedia di perpustakaan sekolah, karena keterbatasan informasi dan referensi yang dapat diakses oleh siswa disekolah. Bahkan untuk belajar menjelang ujian nasional, penulis ketika masih dibangku sekolah harus rela menanyakan ke kakak kelas, alumni untuk meminta soal-soal ujian tahun lalu, meminjam buku buku pelajaran dari kakak kelas dan alumni itu sudah biasa dilakukan, hal ini sangat jarang sekali dilakukan oleh siswa zaman sekarang.
Di era kemajuan teknologi dan informasi, dan murahnya akses internet, seorang siswa cukup membuka Android nya, atau dapat juga membuka laptop, hubungkan dengan wifi / thetering internet, siswa jaman sekarang tinggal membuka search engine www.google.com yang sering kita sebut dengan “mbah Google”,  siswa dapat begitu mudah mendapatkan materi pembelajaran tertentu dengan mudah, mencari kumpulan soal-soal dan pembahasannya pun dapat diperoleh dengan mudah, jika siswa membutuhkan tutorial siswa tinggal membuka Youtube, maka disajikan berbagai macam tutorial disana, buku buku pelajaran pun sangat mudah didapatkan kerena berbagai macam e-book banyak tersedia di internet. Sang guru pun dapat dengan mudah membagikan materi pembelajarannya kepada siswa melalui ebook hasil karya guru, media pembelajaran interaktif, dan latihan soal yang bisa di pelajari siswa dengan gadgednya.
Disinilah akhirnya peran seorang guru dalam pembelajaran di kelas tidak lagi menjadi satu-satunya sumber belajar, jangan sampai ada anggapan bahwa untuk apa belajar di sekolah? kalau semua ilmu yang diajarkan oleh guru dapat dipelajari secara mandiri oleh siswa dengan “mBah Google” dan Youtube, tanpa perlu guru dan tanpa sekolah. Bahkan fenomena saat ini penjelasan di Internet tentang materi pembelajaran disampaikan dengan lebih jelas, detail dan interaktif, dapat dipelajari di rumah, cukup modal jaringan internet.
Seorang guru harapannya mampu mengupgrade pengetahuannya, jangan sampai ilmu yang dimiliki guru hanya itu-itu saja, yang sangat jauh ketinggalan dengan perkembangan informasi yang terus berkembang dengan pesat dan cepat. Selain Menyampaikan materi pembelajaran, seorang guru juga berperan mendampingi siswa dalam belajar, berdiskusi dengan siswa, dan siswa pun diberikan kesempatan menyampaikan pendapatnya kepada guru, dalam pembelajaran di sekolah guru harus mampu memberikan pembelajaran tentang disiplin, etika, tatakrama dan tata tertib sebagai pendidikan karakter untuk siswa, yang jauh lebih penting daripada sekedar memberikaan pengetahuannya saja. 







Share:

Jawaban Games Android kuis Tebak Hantu


Suatu hari anaku iseng-iseng menginstal Games android tebak hantu, awalnya saya kurang tertarik, namun karena penasaran akhirnya saya pun ikutan menjawab. awalny sangat mudah, namun lama kelamaan sulit juga menjawab games ini. Harus berjuang browsing sana sini untuk menjawab Kuis tebak hantu ini. Nah bagi anda yang kesulitan menjawab, ini saya berikan jawaban kuis tebak hantu.





























Share:

Rangkaian sensor sampah menggunakan proximity dengan arduino




Rangkaian ini digunakan untuk mendeteksi benda logam/kaleng di sampah dengan menggunakan detektor logam, sensor proxymity switch

Share:

Tuesday, June 26, 2018

Jam waktu sholat dengan 1 (satu ) panel p10 arduino dengan tampilan running teks





Dari postingan saya yang jam sholat satu panel (disini baca) ada beberapa request yang meminta tampilan jamnya sholat berupa runing teks,
 nah di posting kali ini saya mencoba berbagai sketch dan koding jam sholat satu panel dengan tampilan teksnya adalah running / teks berjalan, silahkan unduh sketch nya disini












Share:

RPP ITL Kelas X Kurikulum 2013 SMK, berdasar KI-KD SK Dirjen 330


Mata Pelajaran         : Instalasi Tenaga Listrik
Jam Pelajaran           : 526 JP (@ 45 Menit)


KOMPETENSI DASAR

KOMPETENSI DASAR
3.1               
Memahami Instalasi tenaga listrik satu fasa.
4.1               
Menerapkan Instalasi tenaga listrik satu fasa.
3.2               
Memahami gambar kerja (rancangan) pemasangan instalasi tenaga listrik satu fasa.
4.2               
Menggambar Instalasi tenaga listrik satu fasa
3.3               
Menentukan jumlah bahan, tata letak dan rencana biaya pada instalasi tenaga listrik 1 fasa.
4.3               
Menghitung jumlah bahan, tata letak dan rencana biaya pada instalasi tenaga listrik 1 fasa.
3.4               
Menerapkan Standing Operational Precedure (SOP) pada pemasangan instalasi penerangan, panel dan petir
4.4               
Menggunakan SOP  (Standing Operational Precedure (SOP) pada pemasangan instalasi penerangan, panel dan petir.
3.5               
Menerapkan K3 (Kemanan , Keselamatan ketenagalistrikan dan Keselamatan kerja) pada pemasangan instalasi penerangan, panel dan petir.
4.5               
Menggunakan K3 (Kemanan, Keselamatan ketenagalistrikan dan Keselamatan kerja) pada pemasangan instalasi penerangan, panel dan petir.
3.6               
Menerapkan penggunaan alat kerja dan  material kerja pada pemasangan instalasi penerangan, panel dan petir.
4.6               
Menggunakan alat kerja dan  material kerja pada pemasangan instalasi penerangan, panel (LV) dan penangkap petir/pentanahan.
3.7               
Memahami instalasi dan pengukuran  sistem pembumian.
4.7               
Menerapkan  Instalasi dan pengukuran sistem pembumian
3.8               
Menjelaskan sistem dan komponan penyalur petir (Lighting rod).
4.8               
Memilih komponan penyalur petir (Lighting rod).
3.9               
Memahami prosedur pemasangan  instalasi  penangkal petir (Lighting rod).
4.9               
Memasang instalasi  penangkal petir (Lighting rod).
3.10           
Memahami  Instalasi tenaga listrik 3 fasa.
4.10           
Menerapkan Instalasi tenaga listrik 3 fasa.
3.11           
Memahami prosedur pemasangan Instalasi tenaga listrik 3 fasa.
4.11           
Memasang InstalasiTenaga Listrik 3 fasa
3.12           
Menganalisis jumlah bahan, tata letak dan rencana biaya pada instalasi tenaga listrik 3 fasa
4.12           
Menentukan jumlah bahan, tata letak dan rencana biaya pada instalasi tenaga listrik 3 fasa
3.13           
Memahami prinsip kerja sinkronisasi sistem tenaga listrik
4.13           
Mencontohkan prinsip kerja sinkronisasi sistem tenaga listrik.
3.14           
Menganalisis pemasangan sinkronisasi sistem tenga listrik.
4.14           
Menguji sinkronisasi sistem tenaga listrik
3.15           
Memahami komponen  instalasi listrik dengan menggunakan sistem busbar
4.15           
  Memilih komponen instalasi listrik dengan menggunakan sistem busbar
3.16           
Memahami instalasi listrik dengan pelindung saluran kabel sesuai dengan PUIL.
4.16           
 Menentukan instalasi listrik dengan dengan pelindung saluran kabel sesuai dengan PUIL. 
3.17           
Mengevaluasi pemasangan instalasi listrik dengan pelindung saluran kabel sesuai dengan PUIL. 
4.17           
Mempresentasikan pemasangan instalasi listrik pelindung saluran kabel sesuai dengan PUIL. 
3.18           
Memahami  instalasi panel tegangan menengah 20 kV  dan trafo daya
4.18           
Memeriksa instalasi panel tegangan menengah 20 kV  dan trafo daya
3.19           
Menerapkan fungsi panel tegangan menengah 20 kV dan trafo daya
4.19           
Mempraktekan fungsi panel tegangan menengah 20 kV dan trafo daya off line





Share:

Monday, June 25, 2018

RPP ITL Kelas XII Kurikulum 2013 SMK, berdasar KI-KD SK Dirjen 330





Mata Pelajaran         : Instalasi Tenaga Listrik
Jam Pelajaran           : 526 JP (@ 45 Menit)



KOMPETENSI DASAR

KOMPETENSI DASAR
3.1               
Memahami Instalasi tenaga listrik satu fasa.
4.1               
Menerapkan Instalasi tenaga listrik satu fasa.
3.2               
Memahami gambar kerja (rancangan) pemasangan instalasi tenaga listrik satu fasa.
4.2               
Menggambar Instalasi tenaga listrik satu fasa
3.3               
Menentukan jumlah bahan, tata letak dan rencana biaya pada instalasi tenaga listrik 1 fasa.
4.3               
Menghitung jumlah bahan, tata letak dan rencana biaya pada instalasi tenaga listrik 1 fasa.
3.4               
Menerapkan Standing Operational Precedure (SOP) pada pemasangan instalasi penerangan, panel dan petir
4.4               
Menggunakan SOP  (Standing Operational Precedure (SOP) pada pemasangan instalasi penerangan, panel dan petir.
3.5               
Menerapkan K3 (Kemanan , Keselamatan ketenagalistrikan dan Keselamatan kerja) pada pemasangan instalasi penerangan, panel dan petir.
4.5               
Menggunakan K3 (Kemanan, Keselamatan ketenagalistrikan dan Keselamatan kerja) pada pemasangan instalasi penerangan, panel dan petir.
3.6               
Menerapkan penggunaan alat kerja dan  material kerja pada pemasangan instalasi penerangan, panel dan petir.
4.6               
Menggunakan alat kerja dan  material kerja pada pemasangan instalasi penerangan, panel (LV) dan penangkap petir/pentanahan.
3.7               
Memahami instalasi dan pengukuran  sistem pembumian.
4.7               
Menerapkan  Instalasi dan pengukuran sistem pembumian
3.8               
Menjelaskan sistem dan komponan penyalur petir (Lighting rod).
4.8               
Memilih komponan penyalur petir (Lighting rod).
3.9               
Memahami prosedur pemasangan  instalasi  penangkal petir (Lighting rod).
4.9               
Memasang instalasi  penangkal petir (Lighting rod).
3.10           
Memahami  Instalasi tenaga listrik 3 fasa.
4.10           
Menerapkan Instalasi tenaga listrik 3 fasa.
3.11           
Memahami prosedur pemasangan Instalasi tenaga listrik 3 fasa.
4.11           
Memasang InstalasiTenaga Listrik 3 fasa
3.12           
Menganalisis jumlah bahan, tata letak dan rencana biaya pada instalasi tenaga listrik 3 fasa
4.12           
Menentukan jumlah bahan, tata letak dan rencana biaya pada instalasi tenaga listrik 3 fasa
3.13           
Memahami prinsip kerja sinkronisasi sistem tenaga listrik
4.13           
Mencontohkan prinsip kerja sinkronisasi sistem tenaga listrik.
3.14           
Menganalisis pemasangan sinkronisasi sistem tenga listrik.
4.14           
Menguji sinkronisasi sistem tenaga listrik
3.15           
Memahami komponen  instalasi listrik dengan menggunakan sistem busbar
4.15           
  Memilih komponen instalasi listrik dengan menggunakan sistem busbar
3.16           
Memahami instalasi listrik dengan pelindung saluran kabel sesuai dengan PUIL.
4.16           
 Menentukan instalasi listrik dengan dengan pelindung saluran kabel sesuai dengan PUIL. 
3.17           
Mengevaluasi pemasangan instalasi listrik dengan pelindung saluran kabel sesuai dengan PUIL. 
4.17           
Mempresentasikan pemasangan instalasi listrik pelindung saluran kabel sesuai dengan PUIL. 
3.18           
Memahami  instalasi panel tegangan menengah 20 kV  dan trafo daya
4.18           
Memeriksa instalasi panel tegangan menengah 20 kV  dan trafo daya
3.19           
Menerapkan fungsi panel tegangan menengah 20 kV dan trafo daya
4.19           
Mempraktekan fungsi panel tegangan menengah 20 kV dan trafo daya off line
Share:

www.rokhmad.com

Blog edukasi Tutorial, Pendidikan, Media Pembelajaran, Ilmu Pengetahuan.

Sketch Jam Sholat 1 Panel

Sketch Jam Sholat 1 Panel
Jam sholat 1 Panel

Sketch Jam Sholat 2 Panel

Sketch Jam Sholat 2 Panel
Jam dua panel

Sketch Jam Sholat 3 Panel

Sketch Jam Sholat 3 Panel
Sketch Jam Sholat 3 Panel

Sketch Jam Sholat 5 Panel

Sketch Jam Sholat 5 Panel
Jam Sholat 5 Panel

Blog Archive

Tryout UNBK

e-learning

e-learning
Belajar mudah, dimana saja

my Edmodo

Buku Digital

Buku Tamu

Komentar Terkini

Live Traffic

Donasi

Donasi
Donasi

Total Pengunjung