Tutorial, Pendidikan, Media Pembelajaran, Ilmu Pengetahuan.

  • How to controller Car With TV remote

    Membuat Mobil Remote Control dengan Remote TV dengan mikrokontroller atmega 328 dan H bridge L293D

  • DIY CNC Machine with DVD room

    Kalau anda dirumah punya rongsokan DVD bekas, anda dapat membuat mini mesin CNC dengan mekanik DVD bekas tersebut.

  • How to controller Car With TV remote

    Membuat Mobil Remote Control dengan Remote TV dengan mikrokontroller atmega 328 dan H bridge L293D

  • DIY PCB Remote Control 4 Channel

    Gambar PCB Remote control 4 channel dengan relay 5 v/5pin,Kontrol peralatan elektronik dengan remote control sangat membantu kita dalam melakukan aktifitas, kita tinggal menekan remote untuk menyalakan dan mematikan alat listrik. Disini saya menggunakan software Arduino IDE, dimana Board Arduino saya adalah Board Arduino UNO R3

Thursday, November 30, 2017

Jenis-Jenis Alat Ukur Listrik-2 (pengantar mapel Dasar Pengukuran Listrik (DPL)

Materi ini adalah kelanjutan dari materi sebelumnya yang dapat anda baca disini

5. Watt Meter

Watt Meter adalah alat untuk mengukur daya listrik secara langsung. Baik listrik DC maupun listrik AC. Jenisnya ada yang analog dan digital.









Cara pemasangan wattmeter dalam mengukur daya secara prinsip dipasang seri dan paralel. Untuk kumparan  arus dipasang seri, sedangkan kumparan  teganan dipasang paralel. Karena prinsip wattmeter pada dasarnya adalah penggabungan kerja ampermeter dan voltmeter.




Untuk pengukuran daya listrik baik DC maupun AC, harap diperhatikan antara penyambungan kumparan arus dan kumparan tegangan, dalam penyambungan tidak boleh terbalik.



6. Frekuensi meter 

Frekuensi meter adalah alat yang digunakan untuk mengetahui besarnya frekwensi atau gelombang sinusoidal arus AC (bolak balik)  yang merupakan jumlah siklus gelombang sinusoidal tersebut perdetiknya (cycle / second ).
Penunjukkan  dari alat ukur Frekuensi meter yaitu dengan lidah getar, jarum penunjuk dan digital.
Frekwensimeter dalam pengukuran dipasang paralel dengan sumber tegangan atau beban yang akan diukur frekwensinya.




7. Cos phi meter 

Cos phi meter adalah sebuah alat untuk mengukur faktor daya / faktor kerja suatu rangkaian listrik AC. Dalam papan skala  ditunjukkan nilai faktor daya rangkaian dan sifatnya Leading (mendahului) yang berarti sifat rangkaian kapasitif. Jika penunjukkan pada posisi lagging (ketinggalan) berarti sifat rangkaian induktif.
Cara pemasangan Cos phi  meter  dalam mengukur faktor daya seperti pemasangan wattmeter. Jadi dipasang seri untuk kumparan arus dan dipasang paralel untuk kumparan tegangan.






8. KWH Meter ( Kilowatt Hours) 

KWH Meter adalah alat penghitung pemakaian energi listrik AC. Ada juga yang menyebut sebagai Energy Meter. Alat ini digunakan PLN untuk menghitung daya yang dipakai konsumen dalam waktu tertentu.
Kwh meter ada yang analog dan ada yang digital. Sedangkan pembayaran ke PLN ada yang pascabayar dan prabayar.

Cara pemasangan Kwhmeter  dalam mengukur energi seperti halnya pada pemasangan wattmeter. Jadi dipasang seri untuk kumparan arus dan dipasang paralel untuk kumparan tegangan.



Kwh meter 1 fasa

Kwh meter 3 fasa


Kwh meter Piringan








KWH meter pra bayar/pulsa



9. Insulation tester / Megaohmeter / Megger

Insulation tester  adalah alat yang digunakan untuk mengukur tahanan isolasi pada suatu instalasi listrik atau alat-alat tenaga listrik misalnya: Motor listrik, kabel,trafo,panel, Jaringan SUTM (Saluran Udara Tegangan Menengah dll, sehingga diketahui apakah instalasi itu memenuhi syarat atau belum.
Kegagalan isolasi dapat menyebabkan short circuit (hubung singkat) maupun ground fault.




Tegangan alat ukur ini umumnya tegangan Tinggi arus searah yang besarnya berkisar  500 s/d 10.000 Volt

Pada pengukuran tahanan isolasi instalasi listrik 1 fasa, maka yang diukur tahanan isolasinya adalah :
(1) antara kawat fasa (P) dengan kawat netral (N),
(2) antara kawat fasa (P) dengan tanah (G),
(3) antara kawat netral (N) dengan tanah (G).

Harga tahanan isolasi antara dua saluran kawat pada peralatan listrik ditetapkan paling sedikit adalah 1000 x harga tegangan kerjanya. Misal tegangan yang digunakan adalah 220 V, maka besarnya tahanan isolasi minimal sebesar : 1000 x 220 = 220.000 Ohm atau 220 Kilo ohm. Apabila hasil pengukuran nilai lebih rendah dari syarat minimum yang sudah ditentukan, maka saluran/kawat tersebut kurang baik dan tidak dibenarkan kalau digunakan.


10. Earth Tester / Ground Resistance Tester
Earth Tester  adalah alat yang digunakan untuk mengukur besarnya tahanan pentanahan / grounding  dalam suatu instalasi listrik.
Definisi pentanahan (Grounding), berdasarkan IEEE dictionary (standard 100), adalah melakukan koneksi, baik disengaja atau tidak disengaja, sirkuit listrik atau peralatan ke bumi, atau ke bodi konduksi yang ditempatkan di bumi.


Tujuan pentanahan adalah untuk memberikan perlindungan terhadap bahaya listrik bagi pemanfaat listrik dan lingkungan, memproteksi peralatan, terutama dari bahaya kejut listrik dan tegangan sentuh.

Standar besarnya tahanan pentanahan  yang baik adalah ±5 Ohm.



Share:

Monday, November 27, 2017

Pembuatan Rangkaian Kendali Pintu Garasi Otomatis Dengan Kontaktor Dan Timer (Diklat PKB TIPTL 2017)



Tujuan Praktek :
Peserta diklat dapat memahami rangkaian kendali dengan kontaktor dan timer
Peserta diklat dapat  memahami cara mengendalikan rangkaian Forward Reverse pada motor 3 phasa

Alat :

No
Nama
Spesifikasi
Jumlah
1
Tang potong
standar
1
2
Tang Kombinasi
standar
1
3
Tang Kupas
standar
1
4
Tang Lancip
standar
1
5
Obeng +
standar
1
6
Obeng -
standar
1
7
Tespen
standar
1
8
AVO meter
standar
1
Bahan :
No
Nama Bahan
Spesifikasi
Jumlah
1
MCB 1 fasa
10 A
1
2
MCB 3 Fasa
10 A
1
3
TOL
16 A
1
4
Emergency Switch
10 A
1
5
Push Button OFF
10 A
1
6
Limit Switch
10
5
7
Kontaktor
16 A
3
8
Timer
16 A
2
9
Lampu Hijau
220 V
1
10
Lampu Merah
220 V
1
11
Lampu Orange
220V
1
12
Kabel NYAF
1,5 mm
Sesuai kebutuhan
13
Kabel NYAF
0,75 mm
Sesuai kebutuhan
14
Spiral kabel
standar
Sesuai kebutuhan
15
Box panel
40 x 50 cm
1
16
Kabel NYY
1,5 mm
Sesuai kebutuhan
17
Terminal kabel
10 A
Sesuai kebutuhan
18
Motor 3 phasa
220/660v
1








Cara Kerja Rangkaian :
1.    Posisi awal, MCB di nyalakan k1, K2, dan K3 OFF, Lampu indikator STOP akan menyala .
2.    Ketika LS-3  (OPEN), mendeteksi kendaraan (posisi ON) maka K-1 ON dan Motor 3 phasa akan Menyala Berputar ke KANAN, sehingga pintu garasi akan naik keatas, dengan ditandai Lampu Open Menyala.
3.    Ketika pintu garasi naik keatas menyentuh LS-1 , Sensor atas ON, maka  K-1 akan  OFF dan K2 akan ON, mengaktifkan  T-2, setelah selang waktu 1 menit, T-2 akan mengaktifkan K-3, yang menyebabkan Motor Menyala, dan berputar ke kiri, sehingga Pintu akan menutup kebawah dan ditandai dengan indikator lampu CLOSE menyala kedip-kedip yang diaktifkan oleh Timer 1 yang disetting di posisi B2.
4.    Tombol OFF dan emergency untuk menghentikan motor kapanpun, jika diinginkan untuk berhenti.



Dokumentasi :















Video Dokumentasi :




DISUSUN OLEH KELOMPOK 3
Nama : 
Sugiyanto
Sapto Edy Supriyanto
Rokhmad Astika Triprasetia

DIKLAT PKB TITL SMK KABUPATEN SRAGEN 
TAHUN 2017



Share:

www.rokhmad.com

Blog edukasi Tutorial, Pendidikan, Media Pembelajaran, Ilmu Pengetahuan.

Blog Archive

e-learning

e-learning
Belajar mudah, dimana saja

Tryout UNBK

my Edmodo

Buku Digital

Buku Tamu

Komentar Terkini

Live Traffic

Donasi

Donasi
Donasi

Total Pengunjung