Tuesday, August 19, 2014

Setting PORT pada Mikrokontroller AVR (Pengantar Praktek Sist. Mikrokontroller-SKM)

1. Setting PORT pada Mikrokontroller AVR 


PORT A, B, C atau D, dapat disetting sebagai INPUT ataupun OUTPUT, tergantung pengaturan dari
Data Direction Register (DDR) pada masing-masing PORT.


DDR di setting 0, jika sebagai INPUT
DDR Disetting 1, jika sebagai OUTPUT

Contoh penulisan program sbb:
DDRA=0x00;  //Artinya PORT A Disetting sebagai INPUT
DDRB=0xff;    //Artinya PORT B disetting sebagai OUTPUT



2. Inisialisasi PORT OUTPUT
PORTA           // artinya semua PIN Output pada  PORT A
PORTA.1 //artinya pin output pada  PORT A, kaki nomor 1


Kalau ditulis seperti ini artinya apa???
PORTB           //???
PORTA.7 //???


3. Inisialisai PORT INPUT
PINA       //artinya semua PIN INPUT pada  PORT A
PINA.1 //artinya pin INPUT pada  PORT A, kaki nomor 1

Kalau ditulis seperti ini artinya apa???
PINB   //???
PINB.7 //???

4. Mengganti Nama PORT dengan Variable

# define   start     PIND.1       //artinya PIND.1 diganti dengan nama start
#define   motor    PORTB.1   // artinya PORTB.1 diganti dengan     nama motor



TUGAS 1 : 



a. Tuliskan Cara setting Data Direction Register (DDR) gambar diatas!!
b. Bagaimana menulis nama pengganti  untuk gambar disamping, jika saklar diberi nama start dan LED diberi nama  Motor





TUGAS 2 :



a. Tuliskan Cara setting Data Direction Register (DDR) gambar diatas!!
b. Bagaimana menulis nama pengganti  untuk gambar disamping, jika PB-1 diberi nama start, PB-2 diberi nama stop  dan LED diberi nama  Motor



TUGAS 3 :



1. Tuliskan Cara setting Data Direction Register (DDR) gambar diatas!!
2. Bagaimana menulis nama pengganti  untuk gambar disamping, jika PB-1 diberi nama start1, PB-2 diberi nama start2 dan LED1 diberi nama  Motor1, sedangkan LED2 diberi nama Motor2,  PB-3 diberi nama stop










Print Friendly and PDF

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Lady Gaga, Salman Khan