Terimakasih
Saturday, August 16, 2014
Praktek Membuat :Joule Thief" atau JT dengan 15 LED dengan baterai 1,5 V
Rokhmad Astika Triprasetia, S.Pd7:44 AMElektronika, Joule Thief, Membuat JT, Mikrokontroller, PDE
81 comments
Joule Thief atau sering disebut dengan JT adalah rangkaian pencuri energi. Dimana untuk kita dapat menyalakan banyak lampu LED hanya dengan mengunakan 1 buah batre 1,5 V. Kalau biasanya LED membutuhkan tegangan minimal 3 V, dengan rangkaian JT ini kita dapat menyalakan 1 buah LED atau bahkan lebih banyak, disini kita saya berikan contoh membuat 15 LED menyala hanya dengan 1 buah batre 1,5 V.
UNDUH VIDEO DAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF KLIK DISINI
Terimakasih
Bagaimana Cara membuatnya ??
Pertama buatlah PCB dengan seperti dibawah ini : CARA BUAT PCB KLIK DISINI
Resistor diganti dengan VR/Trimpot 100 K, Transistor D313 (NPN), Untuk Lilitan : Toroid diambil dari bekas Lampu Hemat Energi, kemudian dililit Ulang dengan kawat email(diambil dari bekas trafo di dalam Lampu hemat energi), dililit dengan perbandingan 1 : 2, misal Primer 12 Lilit, maka sekunder 24 Lilit, tau anda bisa coba-coba dengan melilit sendiri sesuka hati anda... !!
Cara membuat Kumparan toroid yang banar sebagai berikut :
Untuk kemasan dapat seperti foto dibawah ini :
Pasanglah JT anda di Tutup Toples kecil, dan batre dapat di ikat seperti gambar :
Pasangkan Saklar kecil pada toplesnya
Uji coba JT anda, nyala atau tidak !!
Hasil JT anda sudah siap digunakan
Nyala JT Ketika suasana Gelap / Lampu dimatikan
Selamat JT anda sudah selesai
Selamat Berkreasi........ Salam "CERDAS !!!"
Contoh JT sederhana :
Uji Coba JT dengan PCB Lobang
JT yang dipasang di Mobil mainan
JT 15 LED di coba ditambah menjadi 30 LED masih bisa OKE !!
terinspirasi oleh Iron man
buat JT IRON-Man.. hehehe
JT IRON-Man.. hehehe
JT Peralon
JT Botol Tysu
JT 4 LED Mini
JT peralon
Membuat JT Teplok, Baca Posting saya disini:
Terimakasih
,MAU BIKIN JAM DIGITAL DOT MATRIK ???
KUNJUNGI POSTING SAYA DISINI :
Thursday, August 07, 2014
Miniature Circuit Breaker (MCB)
MCB adalah suatu rangkaian pengaman yang dilengkapi dengan komponen thermis (bimetal) untuk pengaman beban lebih dan juga dilengkapi relai elektromagnetik untuk pengaman hubung singkat.
MCB banyak digunakan untuk pengaman sirkit satu fasa dan tiga fasa. Keuntungan menggunakan MCB, yaitu:
1. Dapat memutuskan rangkaian tiga fasa walaupun terjadi hubung singkat pada salah satu fasanya.
2. Dapat digunakan kembali setelah rangkaian diperbaiki akibat hubung singkat atau beban lebih.
3. Mempunyai respon yang baik apabila terjadi hubung singkat atau beban lebih.
Pada MCB terdapat dua jenis pengaman yaitu secara thermis dan elektromagnetis, pengaman termis berfungsi untuk mengamankan arus beban lebih sedangkan pengaman elektromagnetis berfungsi untuk mengamankan jika terjadi hubung singkat.
Pengaman thermis pada MCB memiliki prinsip yang sama dengan thermal overload yaitu menggunakan dua buah logam yang digabungkan (bimetal), pengamanan secara thermis memiliki kelambatan, ini bergantung pada besarnya arus yang harus diamankan, sedangkan pengaman elektromagnetik menggunakan sebuah kumparan yang dapat menarik sebuah angker dari besi lunak.
MCB banyak digunakan untuk pengaman sirkit satu fasa dan tiga fasa. Keuntungan menggunakan MCB, yaitu:
1. Dapat memutuskan rangkaian tiga fasa walaupun terjadi hubung singkat pada salah satu fasanya.
2. Dapat digunakan kembali setelah rangkaian diperbaiki akibat hubung singkat atau beban lebih.
3. Mempunyai respon yang baik apabila terjadi hubung singkat atau beban lebih.
Pada MCB terdapat dua jenis pengaman yaitu secara thermis dan elektromagnetis, pengaman termis berfungsi untuk mengamankan arus beban lebih sedangkan pengaman elektromagnetis berfungsi untuk mengamankan jika terjadi hubung singkat.
Pengaman thermis pada MCB memiliki prinsip yang sama dengan thermal overload yaitu menggunakan dua buah logam yang digabungkan (bimetal), pengamanan secara thermis memiliki kelambatan, ini bergantung pada besarnya arus yang harus diamankan, sedangkan pengaman elektromagnetik menggunakan sebuah kumparan yang dapat menarik sebuah angker dari besi lunak.
Gambar MCB 1 Fasa dan 3 Fasa
Simbol MCB 1 Fasa
Simbol MCB 3 Fasa
Time Delay Relay (TDR) / Relai Tunda Waktu
Untuk memenuhi diskripsi kerja dari suatu rangkaian terprogram (misal untuk mengendalikan beberapa motor dengan waktu kerja yang berbeda / berurutan), maka diperlukan alat penunda waktu kerja kontak
(timer) yang bekerja sama dengan kontaktor magnit, Pendunda waktu inilah yang di sebut dengan Relai Tunda Waktu / Time Delay Relay (TDR).
(timer) yang bekerja sama dengan kontaktor magnit, Pendunda waktu inilah yang di sebut dengan Relai Tunda Waktu / Time Delay Relay (TDR).
Foto TDR produksi Autonic
Konstruksi TDR Produksi Autonic
Mengenal Push Button / Tombol Tekan (Pengantar Praktek Instalasi Motor Listrik-IML)
Push Button / Tombol Tekan
Push Button adalah saklar yang beroperasi dengan cara ditekan, dan mempunyai dua fungsi yang berbeda, Yang pertama Normally Close (NC), kondisi Normal Tertutup, dimana saklar ini jika belum ditekan maka kontak akan tertutup, tapi ketika ditekan kontak menjadi terbuka. yang kedua Normally Open (NO), kondisi Normal Terbuka, dimana saklar ini jika belum ditekan maka kontak akan terbuka, tapi ketika ditekan kontak menjadi tertutup
Push Button adalah saklar yang beroperasi dengan cara ditekan, dan mempunyai dua fungsi yang berbeda, Yang pertama Normally Close (NC), kondisi Normal Tertutup, dimana saklar ini jika belum ditekan maka kontak akan tertutup, tapi ketika ditekan kontak menjadi terbuka. yang kedua Normally Open (NO), kondisi Normal Terbuka, dimana saklar ini jika belum ditekan maka kontak akan terbuka, tapi ketika ditekan kontak menjadi tertutup
Simbol Push Button
































































.jpg)

